Showing posts with label Khotbah. Show all posts
Showing posts with label Khotbah. Show all posts

Wednesday, February 9, 2011

12 Langkah Menghadapi Krisis

Dalam hidup ini, tidak seorangpun manusia yang tidak pernah mengalami krisis dalam hidupnya. Entahkah dia orang Percaya, Atheis, Tua, Muda, Kaya, Miskin, kulit Coklat, Hitam, Putih atau siapapun kita diatas muka bumi ini, semua pernah melewati krisis dalam hidup.
Berbagai pandangan manusia juga berbeda-beda ketika melewati atau memandang sebuah krisis. Ada yg survive tapi ada juga yang gagal. Baik itu krisis keluarga, Pekerjaan, Kesehatan, Lingkungan, Ekonomi, pendeknya semua yang ada diatas muka bumi ini selama kita hidup, kita akan dan pernah melewati yang satu ini.
Saya ingin sharing dan mencoba membagi pengalaman ketika melewati masa-masa krisis dalam hidup saya. Tidak semua mungkin setuju dengan pandangan dan langkah-langkah yang saya ambil. Tapi biarlah boleh menjadi berkat bagi kita, dan saya mengakui tidaklah mudah untuk kita mampu dan tetap kuat ketika melewati masa-masa krisis itu, saya menyadari kita masih manusia biasa yang oleh karena kasih karuniaNya sajalah kita tetap kuat.
Salah satu kekuatan itu adalah lihatlah krisis itu sebagai proses dimana kita sedang memasuki satu keadaan yang lebih baik yang telah disediakan olehNya. Ya hanya melalui kaca mata rohani yaitu iman, kita akan mampu dan mengerti bahwa saat kita masuk pada masa krisis, Tuhan sedang membawa kita kepada hal-hal yang baru.
Coba simak 12 langkah ini ketika kita melewati krisis itu:
1. Sebetulnya bahwa KRISIS itu normal saja. Ini penting menjadi bagian dalam prinsip hidup kita. Krisis itu adalah sebuah perubahan dari sebuah keadaan yang sekarang, kepada sebuah keadaan yang belum kita ketahui. Sebagaimana Krisis yg dilewati Bangsa Israel bukanlah mereka gagal ketika mereka menghadapi Firaun, tetapi mereka gagal ketika melewati sebuah perubahan dari kehidupan Tanah Mesir menuju kehidupan Tanah Perjanjian. Apa yang menjadi pola hidup mereka, bahwa mereka melihat krisis sebuah bencana yang membawa mereka kepada kematian di padang gurun. Saya percaya hal ini banyak terjadi dalam hidup kita.Tuhan tidak pernah rugi untuk memberikan tanah yg melimpah dengan susu dan madunya, tetapi masalahnya adalah kita tidak siap menerimanya ketika kita melewati sebuah perubahan dalam hidup kita, yaitu dari keadaan yang sudah kita sukai menuju keadaan yang belum kita ketahui.
2. Lihatlah gaya hidup Yesus yang selalu mengampuni. Siapa yang harus diampuni? Yang pertama adalah diri kita sendiri, kenapa? Karena pada saat masa Krisis yg kita lewati, yg sering kita lakukan adalah menyalahkan diri kita sendiri, akibatnya kita terjerat kepada perangkap Iblis yaitu tidak dapat mengasihi atau mengampuni orang lain, sebab bila diri kita sendiri saja tidak dapat kita kasihi atau ampuni bagaimanakah kita dapat mengasihi dan mengampuni orang lain? FirmanNya katakan: Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.
Tahukah saudara, Tuhan membawa kita melewati krisis untuk mengubah Life Style kita, agar serupa dengan gaya Hidup Yesus.
3. Sadarlah bahwa Allah Bapa adalah sumber Kita. Siapapun yg hidup dalam dunia ini mereka harus sadar bahwa Tuhan lah sumber berkat itu. Satu hari ketika saya sedang menyiram tanaman dengan mempergunakan sebuah selang, saya merasakan Roh Tuhan bertanya: siapakah yang pertama kali menikmati air dari kran itu? Tanaman atau Selang? Saya jawab: Tanamannya Tuhan. Dan Tuhan menjawab: engkau salah, yg pertama kali menikmatinya adalah selang itu dan barulah tanamannya. Akulah Kran itu, Akulah sumber berkat itu. Jika engkau mau menjadi selangKu, Aku akan pakai untuk menyirami begitu banyaknya tanaman yg kering. Pernahkah kita berpikir bahwa Allah tidak hanya sumber berkat itu, tetapi Dia juga menyediakan segala macam, jenis, sifat, model, bahkan berkat yg tidak pernah kita minta, seperti yang Dia katakan: Mintalah Berkat bagi Orang yang Mengutuk kamu.
Pernahkah saudara minta jenis berkat ini? Wah luar biasa !! Kalau jujur sering kita hanya minta berkat jasmani, financial, kesehatan, karunia, talenta, pekerjaan dan mungkin daftarnya tak terhitung.
Pada masa krisis sering kita salah mengerti kepada orang lain bahkan juga sebaliknya, kita disalah mengerti orang lain. Mintalah berkat bagi yang mengutuk kita, jenis berkat ini adalah berkat yang begitu mahal yang tidak dapat dinillai oleh apapun, kenapa? Sebab siapakah didunia ini yg memberikan berkat kepada seseorang pada saat orang yang menerima berkat itu mengutuki pemberi berkat?
4. Tetap Tenang dan Jangan Panik. Tidak sedikit anak2 Tuhan panik ketika Krisis itu tiba2 datang. ingatlah dengan tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Suara yg tenang namun tegas terdengar ketika Yesus berkata “Calm down!!” kepada angin ribut juga kepada murid-muridNya yg begitu panik dan tidak tahu harus berbuat apa, pada saat perahu mereka hampir tenggelam dilanda angin ribut. Dalam versi English (CEV) dikatakan: Then He got up and ordered the wind and waves to calm down. And everything was calm. Ya, Yesus memberi “Order” kepada Angin dan Gelombang Laut untuk Calm down, Haleluya!!
Kita perlu calm down ketika menghadapi krisis, kita perlu menyediakan waktu kita dan mulai mendengarkan suara Roh Allah yang akan berbicara “Tenanglah”. Dalam ketenangan justru kita akan lebih peka mendengar suara Allah. Bayangkan ketika kita ditengah2 keramaian akan sulit bagi kita mendengar seseorang yg sedang berbicara.
Ketika Tuhan menciptakan kita, dikatakan bahwa kita itu seperti gambarNya. Kalau kita punya telinga, Tuhanpun punya telinga. Bila telingamu untuk mendengar bukankah telinga Allah jauh lebih peka dari telinga manusia? Tuhan bilang; Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?
5. Pegang prinsip Kemahakuasaan dan Kedaulatan Allah. Semua yang bergerak dan tidak bergerak, segala sesuatu yg kita lihat maupun tidak, yang kita ketahui maupun tidak, ada dalam kontrol dan kedaulatan Tuhan.
Betapa besarNya Tuhan kita itu, renungkan bahwa Bumi itu hanya seperti setitik air didalam sebuah timba, sebagaimana Yesaya katakan: Sesungguhnya, bangsa2 adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau2 tidak lebih dari abu halus beratnya. Tidak ada satupun yang jatuh keatas Bumi ini tanpa seijin Allah Bapa, daun-daun yang jatuh, ranting yang jatuh, dan Tuhan katakan: Bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
Ooaalaa dahsyatnya Engkau Tuhan….!!
6. Tuhan membedakan dan mengenal milik kepunyaanNya.
Masa krisis adalah masa dan waktunya untuk Tuhan menyatakan perbedaan bagi mereka yang menjadi milik kepunyaanNya. Ya saudara, harus ada perbedaan siapa yg menjadi milik Tuhan atau bukan. Orang-orang yang mengenal dan yang dikenal oleh Allahnya, akan mengerti saat-saat mereka melewati krisis itu dalam hidup mereka. Firman Tuhan berkata: Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.
Ketika kita sadar bahwa krisis adalah alat Tuhan untuk menyatakan bahwa kita umat kepunyaanNya itu adalah sama dengan kita dibedakan dengan orang-orang dunia ini. Antara orang yang sungguh-sungguh dan yang tidak.
Tuhan katakan: Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
Semua orang dapat berkata kamipun beribadah, tetapi tidak semua yg beribadah itu menjadi pemenang ketika melewati krisis dalam hidupnya. Semua juga dapat berkata, kami adalah orang benar tetapi melalui krisis kita akan tahu apakah kita tetap bersandar pada Kebenaran atau tidak.
Krisis yg dilewati Sadrakh, Mesakh dan Abednego bukan saja krisis antara tetap beribadah kepada Tuhan atau kepada allah lain. Tetapi mereka melewati satu keadaan antara mempertahankan atau menyerahkan keteguhan Iman mereka, krisis itu mencapai puncaknya ketika suara itu keluar dari kedalaman hatinya yg berkata: Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Krisis adalah kesempatan bagi Allah untuk menyatakan siapa saya, siapa saudara dihadapan Tuhan dan Dunia.
7. Jaga pikiranmu untuk tidak membatasi Allah. karena pikiran kita sering membatasi Allah. Sebab itu arahkanlah pikiran kita kepada perkara2 Tuhan, perkara2 diatas, perkara2 tentang perbuatan2 yg telah dilakukanNya dalam hidupmu.
Untuk kita bisa membedakan kehendakNya pada saat krisis adalah dengan memperbaharui pola pikir kita, Paulus ingatkan itu: Don’t be like the people of this world, but let God change the way you THINK. Then you will know how to do everything that is good and pleasing to Him.
Bagaimana kita memperbaharui pikiran kita, Yesus katakan: Bukanlah kehendakKu, tetapi biarlah kehendakMu yang jadi. Di English ver (GW) dikatakan: However, You will must be done, not mine. Ijinkan Tuhan memperbaharui pikiran kita dengan mengijinkan dia menyelesaikan, memenuhi setiap ruangan dalam pikiran kita yg pada dasarnya adalah Let Him finished and must be done.
Sehingga tidak ada lagi ruangan kosong dalam pikiran kita, karena semuanya telah dipenuhkan olehNya.
8. Is only Temporary. Ingatlah prinsip ini, untuk segala sesuatu yang ada dibawah kolong langit ini ada waktunya. Demikian dengan Krisis, itu hanya sementara, itu tidak selama2nya. Bila itu selama2nya sia2lah apa yang dikatakan Raja Salomo; Untuk segala SESUATU ada masanya, untuk apapun dibawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk menanam, ada waktu mencabut yang ditanam, ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa. Berarti ini adalah hukum yang ada dibawah kolong langit ini, bahwa segala sesuatu yang sedang kita lewati hanyalah temporary. Ada waktunya kita akan menuai, karena kita pernah menabur. Masa krisis adalah masa dimana kita sedang menunggu tuaian itu. Kita harus bersabar, seperti seorang petani yang menunggu apa yang dia telah tabur. Ada 2 musim hujan yang akan kita lewati ketika sedang menunggu tuaian; yaitu Hujan musim gugur dan hujan musim semi. Hujan musim gugur adalah waktu dimana kita menanggalkan semuanya, will kita, mind kita, ego kita, yang artinya semua yg menjadi kekuatan atau kemampuan kita seperti sifat musim (session) hujan yg membuat gugur semua daun2, demikianlah seluruh kekuatan daging kita dirontokan, agar kekuatan roh Allah saja yg nyata. Dan hujan musim semi sebelum Penuaian adalah saat tunas2 yg baru mulai tumbuh, saat sebelum buah muncul maka tunas2 baru yg keluar. Manusia Allah tidak akan nyata didalam kehidupan kita sebelum segala sesuatu dirontokkan. Tunas2 pekerjaan Manusia Allah itu pasti nyata sebelum Buah2 Roh itu siap Dituai. Masa Krisis yg kita lewati sangat menentukan, apakah kita akan menuai buah buah kemenangan atau tidak, itu sama dengan 2 musim hujan yang kita lewati. Tidak heran bila Rasul Paulus mengatakan, agar kita mengerjakan keselamatan itu dengan takut dan gentar sebab Masa krisis adalah juga karya keselamatan, dimana hidup kita yg temporary menerima yang Kekal itu dalam karya keselamatanNya.
9. Rendahkan diri kita utk menaati Allah, ingat kekuatan, kemampuan diri sendiri adalah buah2 dari kesombongan, percayalah bhw Alllah akan membela dan membenarkanmu.
Raja Daud katakan: Sebab Engkau membela perkaraku dan hakku, sebagai hakim yang adil Engkau duduk diatas takhta
10. Jangan tawar hati, ini saya umpamakan seperti orang yang lidahnya tawar, sulit membedakan yang manis dan yg asam. Saya ingat waktu pernah terbaring di rumah sakit. Ketika Nurse menawarkan makan, dan saya mulai memakan makanan itu. Saya tidak merasakan apa2, karena lidah dan mulut saya tawar atau hambar. Ini disebabkan karena tubuh saya yg sedang sakit atau tdk stamina. Demikian dengan Hati kita jangan sampai tawar ketika melewati krisis, sebab itu hanya perubahan saja. Mungkin dari yang tadinya manis dan sekarang menjadi pahit. Sebetulnya kita bersyukur bila kita masih merasakan yg pahit, itu adalah tanda bahwa hati kita tidak tawar. Yesus katakan sesuatu yg tawar akan dibuang karena tidak berguna: kamu adalah garam dunia, jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan ? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Banyak anak2 Tuhan telah menjadi tawar hatinya, dan ketawaran hati membuahkan kekecewaan, dan ketika kita kecewa, kekecewaan itu akan membuahkan kecewa kepada diri sendiri, kepada orang lain dan terakhir kepada Tuhan. Ingatlah jagalah hatimu sebab dari sanalah memancar kehidupan
11. Berkomunikasilah dengan orang yg saudara anggap dapat dipercaya. Ingat yang dapat dipercaya artinya tidak hanya bisa menyimpan rahasia, tetapi yang tidak bocor mulut. Murid2 Tuhan juga seringkali tidak dapat dipercaya Yesus, berulangkali Alkitab katakan Yesus mengingatkan murid2Nya agar menyimpan perkara itu, tapi toh akhirnya mereka tidak bisa menyimpannya. Dapat dipercaya artinya: Jerih Payah Seseorang Dalam Menjaga Kepercayaan Itu.
Firman Tuhan katakan: Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yg baik dalam jerih payah mereka.
12. Bertindaklah berdasarkan prinsip Iman yaitu Pengharapan kepada Tuhan, melalui janji2Nya firmanNya. Peganglah perkataanNya, JanjiNya, seperti Pemazmur katakan: Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai Semua orang yang berharap kepada Tuhan.
Amin
In His Name,
OH

Wednesday, January 26, 2011

Rev. Jerry Stot: Mengapa Allah Memberi Nama Yesus Pada AnakNya


AKU ADALAH AKU
Allah menyatakan diriNya sebagai Allah Abraham, Ishak, Yakub. Tetapi Musa bertanya kepada Allah: jika orang Israel menanyakan tentang nama Allah yang menyuruh ia pergi kepada mereka, apakah yang harus dikatakannya. Sebab selama ia tinggal di Mesir, orang Israel telah mengenal banyak allah. Maka kata Allah kepada Musa bahwa namaNya adalah: AKU ADALAH AKU.
Dalam bahasa Ibrani digunakan kata Haya atau Heya yang artinya: Dia yang telah ada dari mulanya, Dia yang melengkapi, memenuhi dan mencukupkan. Dia yang menjadikan segala sesuatu. Di dalam nama itu terkandung dan mencakup segala sesuatu yang diperlukan, terdapat segala sesuatu: AKU adalah yang selalu ada, AKU adalah yang selalu memiliki pengharapan, AKU adalah yang memiliki segala sesuatu, AKU adalah yang awal dan akan ada sampai akhir, AKU adalah yang memutuskan ikatan perbudakan, AKU adalah yang menjadikan segala sesuatu.
Nama Allah dalam bahasa Ibrani adalah susunan huruf mati: YHVH. Orang Israel begitu menghormati nama ini sehingga tidak berani menuliskan atau menyebutkannya dengan sembarangan. Bahkan jika harus menuliskan nama itu, maka mereka melakukan doa dan puasa agar dilayakan untuk melakukan hal tersebut. Sebagai gantinya mereka menggunakan kata Tuhan (Ingg: Lord; Ibr: Adonai). Istilah Yehovah atau Yahwe yang kita kenal sekarang tidak ada dalam Alkitab asli. Para penerjemah bahasa Inggrislah yang memasukan huruf-huruf hidup dalam kata-kata tadi sehingga muncul kata Yehovah atau Yahwe. Bagaimanapun istilah yang digunakan yang pasti saat Allah menyatakan diriNya sebagai AKU ADALAH AKU maka itu artinya Dia menyatakan penyertaanNya dalam hal apa saja, dimana saja, kapan saja dan bagaimanapun saja.
Theofanik
Alkitab mengatakan bahwa Yesus telah ada sebelum segala sesuatu ada. Dia adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah dari semula; segala sesuatu dijadikan di dalam Dia dan tidak ada yang jadi di luar Dia. Yesus bukan berada di bumi 2000 tahun yang lalu. Dia telah ada sejak sebelum bumi dijadikan. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Dia telah ada sejak semula.?
Alkitab Perjanjian Lama sering menyebutkan oknum Malaikat Tuhan yang datang menjumpai seseorang. Bila itu adalah malaikat dalam arti yang sebenarnya, maka malaikat tidak akan pernah mau menerima pujian dan penyembahan karena mereka tahu bahwa mereka hanyalah pelayan-pelayan Allah saja. Tapi bila malaikat itu bersedia menerima persembahan itu atau memberi berkat, maka itulah yang disebut Theofanik, pernyataan diri Yesus dalam Perjanjian Lama. Ini dapat kita lihat dalam peristiwa dimana Malaikat yang menemui Gideon bersedia bersedia membakar persembahan yang diberikan Gideon. Sedangkan Malaikat yang bergumul dengan Yakub hingga pagi hari memenuhi permintaan Yakub untuk memberikan berkatNya sebelum Ia pergi. Oknum Malaikat itu adalah Yesus sendiri. Siapakah yang ditemui Musa saat ia  melihat belukar yang menyala tapi tidak terbakar? Jawabnya: Yesus sendiri. Penjelasan yang lebih mendetil justru ada dalam Perjanjian Baru dikatakan oleh Yesus sendiri.
Kepada orang-orang Yahudi Yesus mengatakan bahwa Dia telah ada sebelum Abraham ada sebab kataNya: Aku ada (Yoh. 8:54-59). Ketika mendengar kata-kata tersebut, meluaplah amarah orang Yahudi kepadaNya. Mereka mengenal arti penyebutan nama AKU ADA sebab memang telah dikatakan oleh Allah bahwa nama itu akan berlaku turun temurun. Demikian juga ketika diperhadapkan kepada Imam Besar, Yesus mengatakan AKULAH DIA (Mrk. 14:61-63). Pernyataan ini membuat Imam Besar marah dan mengoyakan bajunya. Juga ketika Yesus menyebutkan bahwa Dia adalah AKULAH DIA kepada prajurit yang hendak menangkap Dia di taman Getsemani, maka jatuh tersungkurlah mereka semua (Yoh. 18:6).
Nama yang Luarbiasa
Kepada Maria dan Yusuf Allah berpesan agar bayi yang dilahirkan oleh Maria diberi nama Yesua. Persamaan nama ini dalam Perjanjian Lama adalah Yosua yang terdiri dari kata Yo dari kata Yehovah dan shua yang berarti keselamatan. Yosua atau Yesus berarti Allah adalah keselamatan. Sedang dalam bahasa Yunani kata Yesus dituliskan I Esus.
Didalam nama Yesus terkandung segala arti dari nama Allah: AKU ADALAH AKU yang telah disebutkan sebelumnya. Petrus dan Yes memberikan nama Yesus kepada orang yang lumpuh, maka sembuhlah orang itu. Sejarah dan kesaksian orang-orang percaya hingga saat ini menunjukan bagaimana saat nama Yesus diucapkan sesuatu yang luar biasa terjadi: ada kesembuhan, ada keselamatan, ada penghiburan, ada pemenuhan, dan lain sebagainya.
Tapi saat nama Yesus disebutkan, kuasa neraka bergoncang dan dunia menjadi marah karena nama itu. Banyak orang menggunakan nama Yesus untuk mengutuk dan tidak sedikit orang yang selalu berusaha merendahkan nama itu. Di zaman kerajaan Romawi orang dibebaskan untuk menyembah apapun juga tapi saat nama Yesus diucapkan datanglah penganiayaan dan penderitaan atas mereka yang mengucapkannya. Para rasul dilarang keras oleh para pemimpin agama Yahudi untuk menggunakan nama itu.
Nama Yesus menjadi luarbiasa karena Dia dengan rela mengosongkan diriNya untuk menjadi hamba yang taat kepada Bapa sampai di kayu salib; karena itulah Allah mengaruniakan kepada Yesus Nama diatas segala nama yang didalam nama itu setiap lutut bertelut dan setiap lidah mengaku bahwa Dialah Tuhan (Flp. 2:7-10). Tidak ada keselamatan di luar nama Yesus.
Nama yang menyelamatkan.
Oleh nama Yesus manusia diselamatkan. Dalam bahasa Yunani untuk kata diselamatkan digunakan kata sozo yang artinya tidak hanya diselamatkan dan masuk surga, tapi mengandung arti kesembuhan dalam hal rohani, jasmani, dan emosi, kelepasan, kelimpahan, kesempurnaan dalam segala sesuatu. Dalam keadaan sakit, kesusahan, atau dosa sekalipun, jika kita mengaku Yesus sebagai Tuhan, maka Dia adalah Allah yang menyelamatkan kita.
Oleh karena itu meski sudah dilarang para rasul tetap memberitakan nama Yesus. Jadi, meski musuh sangat tidak suka menggunakan nama Yesus, tetap serukan nama itu. Bartimeus disuruh diam oleh orang-orang yang ada di sekitarnya, tapi dia tetap berteriak-teriak memanggil Yesus. Alhasil, mujizat yang luar biasa terjadi, dia sembuh dari kebutaannya. Mujizat terjadi saat nama Yesus kita serukan. Itulah sebabnya Allah memberi nama Yesus kepada AnakNya.

Bawa Bodyguard?(Paul Herwanto)


Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, . . .
(Mazmur 34:8)
clip_image002Pengalaman ini terjadi sudah sangat lama, akan tetapi begitu membekas dan sangat melekat. Ketika itu tahun 1980an awal, saya sedang menyelesaikan kuliah yang tersisa karena sempat ditinggal bekerja. Biasanya kami berkumpul bersama teman-teman untuk membahas mata kuliah tertentu. Maklum tiap dosen mempunyai kebiasaannya sendiri dalam memberikan pola soal, jadi untuk itu biasanya kami berembuk membahas bagaimana cara menjawab pertanyaan sang dosen agar sesuai seleranya.
Suatu kali saya bermaksud menemui seorang teman yang ibunya seorang peramal yang cukup disegani. Karena saat itu telepon masih langka jadi tanpa janji dulu langsung ke rumahnya. Di depan rumahnya ternyata pintu sudah terbuka, kekhawatiran muncul jangan-jangan teman yang dicari tidak di rumah. Benar saja, ketika pintu diketuk yang keluar sang ibu. Anehnya, ketika beliau menghampiri pintu, matanya terbelalak lalu bertanya : “kamu datang dengan siapa”? Saya jawab saya datang sendiri, dan balas bertanya: memangnya kenapa tante? Beliau cuma bengong, setelah ditanya kembali barulah beliau menjawab bahwa dia melihat saya datang dengan seseorang yang berdiri di belakang saya, berjubah putih dan berperawakan tinggi . . . . . Wah dikiranya saya bawa bodyguard . . . . . .
Selepas itu beliau mencoba untuk mulai mengintimidasi dengan kebolehannya, dia mencoba untuk melihat letak rumah dan juga melihat keadaan ibu saya, perawakan dan juga kesehatannya. Anehnya, Semua yang dilihatnya tidak ada yang cocok alias meleset. Saat itu saya sadar bahwa ada kuasa Tuhan yang melindungi dengan mengintimidasi sang ibu di awal pertemuan, oleh sebab itu semua penglihatannya tidak ada yang cocok.
Ketika kemudian beliau meminta tolong untuk diantar ke suatu tempat, dalam perjalanan dia menanyakan apakah saya ke gereja? Ketika saya meng-iyakan, beliau menjawab : “memang kuasa Tuhan di atas segalanya”. Wow, suatu pengakuan yang jujur setelah mengalami bagaimana dasyatnya penyertaan dan perlindungan Tuhan atas seorang anak-Nya, dan Iblis dikalahkan!

Prioritas Menghasilkan Fasilitas(Pdt. J.E Awondatu)


Matius 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
Siapa ini Salomo? Salomo ini raja paling kaya di dunia dan tidak akan ada lagi raja yang bisa melebihi Salomo. Paling kaya di dunia. Walaupun Salomo yang bisa ganti pakaian setiap jam karena dia raja, tidak punya pakaian seindah bunga bakung ini. Jadi dengan lain kata, bunga bakung lebih baik dari keindahan pakaian dari Salomo. Amin? Lalu dia berkata begini:
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Salinan lain: …, hai orang yang imannya kecil.
Jadi kita lebih dari bunga bakung, bunga bakung lebih dari Salomo. Pakaiannya ini saudara. Salomo kalah sama bunga bakung tapi bunga bakung ini ada sekarang besok dipatahin, Tuhan kasih keindahan lebih dari Salomo. Sekarang saudara dan saya gereja dilebihkan, much more. Much saja sudah banyak, more lebih banyak lagi, engkau akan didandani, hei orang yang imannya kecil.
Sebelum saya masuk ayat 31, saya ingin saudara tahu satu hal dulu bahwa Tuhan yang kita sembah sangat memperhatikan kita, lebih dari Dia memperhatikan bunga bakung. Salomo Dia perhatikan tapi sudah mati. Bunga bakung tiap hari kita bisa lihat. Dia perhatikan kita, Dia memprioritaskan kita lebih dulu.
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
Tiga hal: Makan, minum, pakai.
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Bahasa Indonesia pakai kata semuanya itu. Salinan lain, all these things … hal-hal yang kita perlukan sehari-hari, apa saja dari urusan bayi sampai nanti mau menikah.
Apapun saja Tuhan siapkan bagi kita. Kalau kita repot dengan itu, kita sama dengan orang kafir. Kita makan apa ya? Kita minum apa ya? Kita pakai baju apa ya?
Jangan kuatir, kata Tuhan, apa yang akan kamu makan, apa yang akan kamu minum, apa yang akan kamu pakai. Jangan kuatir.
Saya ingin kita mundur dulu dalam perjanjian lama, waktu orang Israel keluar dari Mesir berapa tahun dia beredar-edar saudara? 40 tahun di padang gurun, ditulis di Alkitab sepatunya tidak rusak, bajunyapun tidak rusak. Mana ada air? Tapi kok nggak bau. 40 tahun loh nggak ada air buat cuci. Minum buat minum saja ada, buat cuci 3 juta orang? Tapi Tuhan bikin pakaiannya tidak rusak, sepatunya tidak rusak. Makanya Dia larang, saudara dilarang kuatir. Jangan kamu kuatir.
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
Memerlukan. Nah, ada dua macam keperluan: Keperluan rohani dan keperluan jasmani. Tuhan bilang sekarang, Bapamu di sorga tahu kamu memerlukan semuanya. Keperluan jasmani, siapa yang mau kawin tahun ini angkat tangan? Masih banyak keperluan? Keperluan ada. Tapi Bapamu di sorga Dia tahu apa yang engkau perlukan. Tetapi pelan-pelan Dia bilang nah,
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, …
Tuhan tahu bahwa saudara memerlukan semuanya. Saudara percaya bahwa Tuhan tahu keperluan kita?
Tetapi cari dulu, prioritaskan dulu kerjaaan Allah dan kebenarannya. Ini prioritas, lalu fasilitas
6:33 …, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Apa yang saudara perlukan, semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dan hal-hal tentek bengek semua yang saudara perlukan, yang mungkin saudara tidak pernah pikir, aduh sebetulnya saya perlu itu, saudara tidak pikir, Bapamu di sorga menyediakan. Tapi syaratnya itu, prioritaskan dulu kerajaan Allah, prioritaskan dulu Tuhan, prioritaskan dulu hal-hal yang rohani, prioritaskan dulu doa, prioritaskan dulu firman Allah, prioritaskan dulu Yesus, maka fasilitas semuanya akan ditambahkan kepadamu.
Saya senang dengan kata ditambahkan. Siapa yang umurnya ditambah 15 tahun? Raja Hizkia. Saudara mau gaji saudara ditambah? Saya masih mau bicara tentang berkat-berkat jasmani, ya. Kita buka dulu I Korintus
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Dengan lain kata saudara tidak pernah mikir, nggak pernah lihat, nggak pernah dengar, nggak pernah timbul dalam hati. Semua yang disediakan Allah, untuk siapa? Mereka yang mengasihi Dia. Dengan lain kata, semua yang memprioritaskan Dia dulu. Kalau saudara memprioritaskan Tuhan dulu, faslitas itu pasti. Nggak usah takut, pasti. Dan bahkan berkat yang lebih besar dari hari ini di hari depan saudara itu menunggu saudara.
Yesus siap memberkati saudara. Asal mengasihi dulu Yesus. Asal memprioritaskan dulu Yesus. Nomorsatukan Yesus.
2:9 Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”
Jadi Tuhan sudah menyediakan lebih dulu untuk mereka yang mengasihi Dia. Amsal
8:17 Aku mengasihi orang yang mengasihi – memprioritaskan – aku, dan orang yang tekun mencari aku akan mendapatkan daku.
8:18 Kekayaan dan kehormatan ada padaku, juga harta yang tetap dan keadilan.
Jadi sebelum kekayaan, sebelum kehormatan, sebelum berkat yang berlimpah, kasihi Tuhan dulu, prioritaskan Tuhan dulu. Haleluyah. Satu kali nabi Elia di perjanjian lama dia bernubuat disuruh Tuhan tidak akan ada hujan 3.5 tahun. Bayangkan tanah kalau tidak hujan 3.5 tahun. Tidak ada panen. Saya pergi ke mana Tuhan? Tuhan bilang, kamu pergi ke sungai Kerit. Di sungai Kerit masih ada airnya sedikit. Itu air buat kamu minum. Saya makan apa? Tunggu saja. Eh, tiap hari ada burung gagak bawa roti.
Kalau saudara bisa bayangkan ini, roti datang dari mana, saudara? Tepung. Tepung dari mana? Gandum. Gandum dari mana? Dari tanaman. Ini tidak hujan 3.5 tahun. Burung gagak bawa roti. Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, apa yang tidak pernah timbul di pikiran, apa yang tidak pernah ada dalam hati, itu disediakan oleh Tuhan. Tiap hari loh dia makan roti. Tiap hari burung gagak. Dia nggak nanya: Tuhan, itu burung gagak burung siapa, siapa yang melatih dia malingin roti. Nggak. Pokoknya ada. Itulah Tuhan bilang, Aku ada yang Aku ada dan Dia adalah Yehova Yireh, Allah yang mengadakan. Tidak ada roti tapi Dia bisa adakan roti.
Setelah selesai di situ, sekarang kamu pindah. Pindah ke mana Tuhan? Ke desa yang jauh namanya Sarfat. Di sana ada janda. Nanti janda itu akan memelihara kamu. Waduh di pikirannya Elia ini janda, janda kaya, rumahnya besar, hidupnya berlimpah. Dari pada gua makan roti terus di sini sama minum air, mending ke sana. Datang ke sana, saudara. Eh, tidak ada rumah besar di Sarfat itu, ada cuma gubuk-gubuk kecil, orang-orang pada kurus kering kurang daging kaya kucing. Datanglah Elia. Hei, perempuan. Nengok, siapa. Aku minta minum. Masih ada air. Belum diminum, bikin juga apem buat aku. Tuan, kata si janda, saya teh punya tepung segenggam, minyak sedikit saya mau bikin apem mau bikin roti, setelah itu saya dan anak saya makan, besok saya mati. Itu manusia punya pikiran saudara.
Eh, Elia ngomong: Demi Tuhan yang hidup, bikin dulu buat Aku. Elia itu lambang Tuhan Yesus. Elisa lambang Roh Kudus. Lihat nggak, saudara-saudara, tantangan imannya: Buat dulu buat Aku, setelah itu buat untuk anakmu. Demi Tuhan yang hidup.
Eh, ini wanita ini janda, dia kerjakan lagi. Dia bukan orang Yahudi, dia janda di Sarfat di tanah orang kafir. Maka kalau apa yang aku makan, apa yang aku minum, apa yang aku pakai, dia ini orang nya. Dia tidak ada makanan, tidak ada minuman tapi karena dia mengutamakan memprioritaskan Elia, dia percaya dia bikin itu tepung, dia bikin roti dia bikin apem dia kasih sama Elia. Belum makan nih Elia, dia bilang: Sekarang kamu bikin buat kamu dan buat anakmu.
Apa yang terjadi saudara-saudara? Dia balik. Tepung masih ada, minyak masih ada, dia bikin untuk anaknya. Saya yakin dengan menangis dia. Sudah makan, ada lagi. Alkitab katakan, tiga setengah tahun Elia, janda dan anak itu makan dari segenggam tepung dan minyak sedikit itu. Tidak kurang. Tetap cukup sampai hujan turun. Kenapa? Prioritaskan dulu Tuhan, pasti ada fasilitas. Demikian juga dengan saudara. Kalau saudara nomorsatukan dulu Tuhan, kebaktian diutamakan, doa diutamakan, cari dulu kerajaan sorga. Cari dahulu kerajaan sorga .. Dan kebenarannya .. Maka semua diberikan padamu .. Haleluyah ..
Mau cari dulu kerajaan sorga?
Dahulukan dulu Tuhan maka segala yang saudara perlukan akan ditambahkan. Tuhan dulu baru prioritas. Prioritaskan Tuhan baru fasilitas.
Di Korea ada satu anak SMP lulus naik ke SMA. Dia bilang: Pa, saya lulus rankingnya bagus lagi, empat besar. Saya minta dibeliin motor. Bapanya bilang: Baca Alkitab dulu. Motor dulu, pa. Kalau bapa kasih motor, saya baca Alkitab. Bapanya bilang, baca Alkitab dulu, pasti papa kasih motor. Keras kepala ya anak-anak SMP. Nggak mau, motor dulu baru baca Alkitab.
Masuk kelas 1 SMA, naik dia: Pa, saya sudah naik nih, teman teman sudah pada naik motor, saya minta motor dong. Bapanya bilang, baca dulu Alkitab. Akhirnya ngalah dia. Mau mau nggak nggak, dia baca Alkitab. Kaget ada cek, cek itu harga motor. Tahun yang lalu. Dia datang sama papanya: Pa, ini cek apa-apaan ini, tahun yang lalu kenapa nggak dikasih sama saya? Kan papa bilang, baca dulu Alkitab baru kamu dapat motor. Ya si papa, setahun saya susah jalan kaki. Papa kan sudah bilang, baca dulu Alkitab baru dapat motor.
Sekarang saya mau katakan kepada saudara sebagai bapa rohani, prioritaskan dulu Tuhan, baru berkat saudara fasilitas akan saudara terima dengan limpah.

Berdoa Satu Jam Setiap Hari(Rev. Jerry Stott)

Ayat Pokok: Matius 6:9
Kita semua sibuk dengan pekerjaan, sekolah, keluarga, dan urusan lainnya. Tetapi Tuhan menghendaki kita senantiasa berdoa. Memang tidak mudah. Tetapi saya merasakan dorongan Roh Kudus begitu kuat menyatakan, bahwa inilah waktu untuk kita berdoa. Di Taman Getsemani Yesus menegur murid-murid, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku.”
Tuhan meminta kita berdoa sedikitnya satu jam. Sebagian besar kita mungkin tidak tahu apa yang harus didoakan selama satu jam. Murid-murid memiliki masalah yang sama. Itu sebabnya mereka minta diajarkan berdoa. Tetapi Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus bisa kita tuntaskan dalam 15-20 detik. Lalu bagaimana bisa berdoa selama satu jam? Apakah Doa Bapa Kami harus diucapkan berulang-ulang sampai satu jam?
Berdoa Satu Jam: DOA BAPA KAMI
Perhatikan: Tuhan Yesus tidak menyuruh murid-murid memanjatkan Doa Bapa Kami! KataNya, “Berdoalah demikian…” [Bahasa Inggris: “After this manner therefore pray ye…” = Berdoalah dengan cara demikian]. Dalam bahasa aslinya, bahasa Yunani, kata yang dipakai berarti “menurut/sesuai pola ini.”
Jadi, yang Yesus ajarkan lebih dari sekedar menghafal, dan mengulang doa yang sama! Allah menunjukkan sesuatu yang amat dalam, yang sangat menguatkan kehidupan doa saya. Dan saya ingin membagikannya kepada saudara.
Inilah yang saya lakukan setiap kali berdoa: entah pagi, siang atau malam:
1. Mengundang Roh Kudus untuk datang;
2. Mengucap syukur dan berterima kasih. Tak peduli apa yang terjadi, tak peduli masalah yang sedang saya hadapi, Firman Tuhan mengajar kita untuk memasuki gerbangNya dengan ucapan syukur;
3. Menaikkan pujian bagi Tuhan;
4. Masuk dalam pola Doa Bapa Kami:
“Bapa kami yang di sorga”
Kalau seperti saya, bapa jasmani saudara bukanlah seorang yang baik, ingat, kita memiliki Bapa di sorga yang tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan saudara dan saya. Dia senantiasa menyertai kita setiap hari.
“Dikuduskanlah NamaMu”
Dikuduskan berarti “dikhususkan; dipisahkan untuk tujuan tertentu.” Kudus adalah NamaNya! Tuhan menyatakan Diri melalui NamaNya, dan sambil mengingat namaNya, hati saya pun limpah dengan ucapan syukur:
- Tuhan, kebenaranku: Ia membungkus dan membenarkan hidupku;
- Tuhan yang menyucikan dan menjadikan aku kudus;
- Yehovah Jireh = Allah yang mencukupkan segala kebutuhanku;
- Yehovah Raffa = Tuhan Penyembuhku;
- Yehovah Nissi = Tuhanlah Panji yang berjalan di depanku;
- Yehovah Rohi = Tuhan adalah Gembala yang senantiasa memimpin dan menuntun setiap langkah hidupku;
- Yehovah Shama = Allah yang senantiasa ada di tengah segala situasi;
- Yehovah Syalom = Allah, damai sejahteraku. Apapun berkecamuk, aku bisa hidup dalam damai sejahtera Allah. Damai sejahtera yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiranku;
- Tesboa = Allah mengelilingi/melingkupiku dengan kuasaNya. Ia mengutus malaikat-malaikat untuk menjagaku;
- Ganola = Tuhan yang memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia;
- El Shaddai = Allah Sumber berkat. Kebajikan, kemurahan & berkat-berkatNya mengikuti aku seumur hidupku;
- NamaNya = Nama di atas segala nama; Nama yang mengatasi segala keadaan, masalah, kuasa kegelapan. Di dalam Nama itu, setiap lutut akan bertelut dan lidah mengaku, Dialah Yesus Kristus, Tuhan.
“Datanglah KerajaanMu”
Artinya, kita mengundang Allah bertakhta sebagai Raja dalam hidup kita dan kita setuju untuk mematuhi Dia! Apakah Allah menjadi Raja yang memerintah dan berkuasa dalam segenap aspek kehidupanmu? Taatkah engkau kepadaNya? Sang Raja hanya bisa memerintah dalam hidupmu, jika engkau patuh kepadaNya.
“Jadilah KehendakMu di Bumi Seperti di Sorga”
Seperti Yesus, saya pun mau berserah 100% pada kehendak Tuhan – bukan kehendakku. Amsal 3:5-6 – “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
“Berikanlah Kami Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya”
Tiba di bagian ini, saya rasanya tidak lagi punya permintaan, sebab di dalam semua Nama yang disandangNya, segala kebutuhan jasmani sudah dijamin dan dipenuhi. Jadi, ganti meminta roti/makanan jasmani, saya minta lebih banyak FirmanNya! Sebab manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulutNya! Itulah yang aku butuhkan lebih dari apapun juga!
“Ampunilah Kami Akan Kesalahan Kami, Seperti Kami Juga Mengampuni Orang Yang Bersalah Kepada Kami”
Berterima kasih sebab setiap hari darah Yesus membasuh dan menyucikan segala kesalahan dan dosa kita. Tetapi, pastikan kita telah mengampuni kesalahan orang lain! Jangan simpan kepahitan, sehingga membuka peluang bagi Iblis untuk menjatuhkanmu. Setelah menerima & mencicipi begitu banyak kebaikan Tuhan, amatlah mudah untuk mengampuni kesalahan orang dan berdoa bagi mereka (bukan mengutuki)!
“Janganlah Membawa Kami Ke Dalam Pencobaan, Tetapi Lepaskanlah Kami Dari Pada Yang Jahat”
Yakobus 4 :7 – “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu.” Roma 12 :1 – “… mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Saat kita menyerahkan hidup kepadaNya, Iblis tidak lagi mempunyai peluang dan kuasa untuk menguasai kita! Ia akan lari daripadamu! Iblis hanya akan tinggal apabila ia bisa menguasai sesuatu/seseorang. Saya pun akan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah – Efesus 6:13-17.
“Karena Engkaulah Yang Empunya Kerajaan Dan Kuasa Dan Kemuliaan Sampai Selama-lamanya. Amin.”
[Tiba di bagian ini, satu jam pun berlalu tanpa kita sadari].
Ganti menghafal dan mengucapkan Doa Bapa Kami dalam 15-20 detik, sekarang kita memiliki begitu banyak bahan untuk berdoa paling sedikit satu jam lamanya. Haleluya! Mari belajar berdoa dengan cara seperti yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya.
Bagaimana? Berani terima tantangan saya? Inilah saatnya meningkatkan kehidupan doa. Mari, berdoa sedikitnya satu jam setiap hari. Rendahkan diri, cari wajahNya, berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Dia akan mendengar seruan doamu; akan bekerja dengan dahsyat dalam hidupmu; akan memenuhimu dengan kuasaNya, dan menjadikan saudara umat yang suka berdoa! Tuhan Yesus memberkati saudara!

Berdoa Satu Jam Sehari(Rev. Jerry Stott)


Ayat Pokok: Matius 6:9
Kita semua sibuk dengan pekerjaan, sekolah, keluarga, dan urusan lainnya. Tetapi Tuhan menghendaki kita senantiasa berdoa. Memang tidak mudah. Tetapi saya merasakan dorongan Roh Kudus begitu kuat menyatakan, bahwa inilah waktu untuk kita berdoa. Di Taman Getsemani Yesus menegur murid-murid, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku.”
Tuhan meminta kita berdoa sedikitnya satu jam. Sebagian besar kita mungkin tidak tahu apa yang harus didoakan selama satu jam. Murid-murid memiliki masalah yang sama. Itu sebabnya mereka minta diajarkan berdoa. Tetapi Doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus bisa kita tuntaskan dalam 15-20 detik. Lalu bagaimana bisa berdoa selama satu jam? Apakah Doa Bapa Kami harus diucapkan berulang-ulang sampai satu jam?
Berdoa Satu Jam: DOA BAPA KAMI
Perhatikan: Tuhan Yesus tidak menyuruh murid-murid memanjatkan Doa Bapa Kami! KataNya, “Berdoalah demikian…” [Bahasa Inggris: “After this manner therefore pray ye…” = Berdoalah dengan cara demikian]. Dalam bahasa aslinya, bahasa Yunani, kata yang dipakai berarti “menurut/sesuai pola ini.”
Jadi, yang Yesus ajarkan lebih dari sekedar menghafal, dan mengulang doa yang sama! Allah menunjukkan sesuatu yang amat dalam, yang sangat menguatkan kehidupan doa saya. Dan saya ingin membagikannya kepada saudara.
Inilah yang saya lakukan setiap kali berdoa: entah pagi, siang atau malam:
1. Mengundang Roh Kudus untuk datang;
2. Mengucap syukur dan berterima kasih. Tak peduli apa yang terjadi, tak peduli masalah yang sedang saya hadapi, Firman Tuhan mengajar kita untuk memasuki gerbangNya dengan ucapan syukur;
3. Menaikkan pujian bagi Tuhan;
4. Masuk dalam pola Doa Bapa Kami:
“Bapa kami yang di sorga”
Kalau seperti saya, bapa jasmani saudara bukanlah seorang yang baik, ingat, kita memiliki Bapa di sorga yang tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan saudara dan saya. Dia senantiasa menyertai kita setiap hari.
“Dikuduskanlah NamaMu”
Dikuduskan berarti “dikhususkan; dipisahkan untuk tujuan tertentu.” Kudus adalah NamaNya! Tuhan menyatakan Diri melalui NamaNya, dan sambil mengingat namaNya, hati saya pun limpah dengan ucapan syukur:
- Tuhan, kebenaranku: Ia membungkus dan membenarkan hidupku;
- Tuhan yang menyucikan dan menjadikan aku kudus;
- Yehovah Jireh = Allah yang mencukupkan segala kebutuhanku;
- Yehovah Raffa = Tuhan Penyembuhku;
- Yehovah Nissi = Tuhanlah Panji yang berjalan di depanku;
- Yehovah Rohi = Tuhan adalah Gembala yang senantiasa memimpin dan menuntun setiap langkah hidupku;
- Yehovah Shama = Allah yang senantiasa ada di tengah segala situasi;
- Yehovah Syalom = Allah, damai sejahteraku. Apapun berkecamuk, aku bisa hidup dalam damai sejahtera Allah. Damai sejahtera yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiranku;
- Tesboa = Allah mengelilingi/melingkupiku dengan kuasaNya. Ia mengutus malaikat-malaikat untuk menjagaku;
- Ganola = Tuhan yang memberi upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari Dia;
- El Shaddai = Allah Sumber berkat. Kebajikan, kemurahan & berkat-berkatNya mengikuti aku seumur hidupku;
- NamaNya = Nama di atas segala nama; Nama yang mengatasi segala keadaan, masalah, kuasa kegelapan. Di dalam Nama itu, setiap lutut akan bertelut dan lidah mengaku, Dialah Yesus Kristus, Tuhan.
“Datanglah KerajaanMu”
Artinya, kita mengundang Allah bertakhta sebagai Raja dalam hidup kita dan kita setuju untuk mematuhi Dia! Apakah Allah menjadi Raja yang memerintah dan berkuasa dalam segenap aspek kehidupanmu? Taatkah engkau kepadaNya? Sang Raja hanya bisa memerintah dalam hidupmu, jika engkau patuh kepadaNya.
“Jadilah KehendakMu di Bumi Seperti di Sorga”
Seperti Yesus, saya pun mau berserah 100% pada kehendak Tuhan – bukan kehendakku. Amsal 3:5-6 – “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”
“Berikanlah Kami Pada Hari Ini Makanan Kami Yang Secukupnya”
Tiba di bagian ini, saya rasanya tidak lagi punya permintaan, sebab di dalam semua Nama yang disandangNya, segala kebutuhan jasmani sudah dijamin dan dipenuhi. Jadi, ganti meminta roti/makanan jasmani, saya minta lebih banyak FirmanNya! Sebab manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulutNya! Itulah yang aku butuhkan lebih dari apapun juga!
“Ampunilah Kami Akan Kesalahan Kami, Seperti Kami Juga Mengampuni Orang Yang Bersalah Kepada Kami”
Berterima kasih sebab setiap hari darah Yesus membasuh dan menyucikan segala kesalahan dan dosa kita. Tetapi, pastikan kita telah mengampuni kesalahan orang lain! Jangan simpan kepahitan, sehingga membuka peluang bagi Iblis untuk menjatuhkanmu. Setelah menerima & mencicipi begitu banyak kebaikan Tuhan, amatlah mudah untuk mengampuni kesalahan orang dan berdoa bagi mereka (bukan mengutuki)!
“Janganlah Membawa Kami Ke Dalam Pencobaan, Tetapi Lepaskanlah Kami Dari Pada Yang Jahat”
Yakobus 4 :7 – “Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu.” Roma 12 :1 – “… mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Saat kita menyerahkan hidup kepadaNya, Iblis tidak lagi mempunyai peluang dan kuasa untuk menguasai kita! Ia akan lari daripadamu! Iblis hanya akan tinggal apabila ia bisa menguasai sesuatu/seseorang. Saya pun akan mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah – Efesus 6:13-17.
“Karena Engkaulah Yang Empunya Kerajaan Dan Kuasa Dan Kemuliaan Sampai Selama-lamanya. Amin.”
[Tiba di bagian ini, satu jam pun berlalu tanpa kita sadari].
Ganti menghafal dan mengucapkan Doa Bapa Kami dalam 15-20 detik, sekarang kita memiliki begitu banyak bahan untuk berdoa paling sedikit satu jam lamanya. Haleluya! Mari belajar berdoa dengan cara seperti yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya.
Bagaimana? Berani terima tantangan saya? Inilah saatnya meningkatkan kehidupan doa. Mari, berdoa sedikitnya satu jam setiap hari. Rendahkan diri, cari wajahNya, berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Dia akan mendengar seruan doamu; akan bekerja dengan dahsyat dalam hidupmu; akan memenuhimu dengan kuasaNya, dan menjadikan saudara umat yang suka berdoa! Tuhan Yesus memberkati saudara!

Pikiran Dan Perasaan Yesus

Pikiran & Perasaan Kristus Yesus
Allah menghendaki agar kita memiliki pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus – Filipi 2:5.  Yesus yang adalah Allah, rela mengosongkan Diri, meninggalkan keadaanNya sebagai Allah, menjadi manusia dan hamba, bahkan taat sampai mati disalib (=kematian paling hina).  Itu dilakukanNya untuk menyelamatkan manusia, supaya mereka tidak masuk ke dalam neraka.  Itulah pikiran dan perasaan Yesus!  Tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan manusia, kecuali Yesus mati disalib!
Bagi Tuhan nilai satu jiwa sangat berharga!  Firman Tuhan berkata, jika satu orang saja bertobat, beribu-ribu malaikat bersorak sorai dalam sorga.  Tuhan Yesus berkata, “apa gunanya seorang memiliki seluruh dunia, tetapi jiwanya binasa?”
Yesus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, supaya Ia bisa merasakan apa yang dirasakan manusia, termasuk penderitaan yang dialami manusia berdosa.  
Sama seperti nabi Yehezkiel, saudara dan saya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberi peringatan kepada mereka yang berbuat jahat.  Jika tidak, orang jahat itu akan mati, dan Allah akan menuntut pertanggungan jawab dari kita atas nyawa orang itu!  Sebaliknya, jika kita sudah memperingatkan, tetapi orang itu tidak berbalik dari kejahatannya, ia akan mati dan masuk neraka, tetapi nyawa kita selamat – Yehezkial 3:17-19.
Demikianlah, sebagai orang percaya, kita harus memiliki pikiran dan perasaan yang sama seperti Kristus; memiliki rasa belas kasihan kepada orang berdosa.
Yesus = Mesias, Anak Allah Yang Hidup
Ketika ditanya, Petrus berkata, bahwa Yesus adalah Mesias (=Yang Diurapi), Anak Allah yang hidup – Matius 16:13-18.  Karena BapaNya ialah Allah, maka Yesus pun adalah Allah!  Kata Yesus kepadanya: \Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”  Bapa di sorga memberitahukan Petrus melalui Roh Kudus!
Segala sesuatu yang tertulis (dalam Alkitab) diilhamkan oleh Allah – 2 Timotius 3:16.  Kata “diilhamkan” = “dinafaskan” = “di-Roh-kan”.
Pikiran Allah >< Pikiran Manusia
Petrus baru saja dipuji sebab telah beroleh ilhaman Roh untuk bisa mengatakan, bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup.  Namun, ketika mendengar bahwa Yesus harus mengalami banyak penderitaan dan mati, Petrus langsung bereaksi!  Ia segera menarik bahkan menegor Yesus, katanya, “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu!  Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau” – Matius 16:21-23.
Pikiran manusia hanya memikirkan dan mementingkan diri sendiri.  Sedangkan pikiran Allah ialah untuk menyelamatkan manusia!  Pikiran manusia hanya mendatangkan kebinasaan.  Kejadian 6:5 – “…segala kecenderungan hatinya [Bahasa Inggris: ‘the thoughts of his heart’ = pikiran hatinya] selalu membuahkan kejahatan semata-mata.”    
Yesus Dimuliakan
Bilakah Yesus dimuliakan?  Yesus dimuliakan ketika Injil diberitakan kepada orang kafir (= non Yahudi).  Yesus berkata, dimana Ia ada, di sanapun pelayan-pelayanNya akan berada!  Dalam konteks ini, Tuhan Yesus berbicara tentang kematianNya; tentang Dia sebagai biji gandum yang harus mati dan dikubur dalam tanah untuk menghasilkan banyak buah – Yohanes 12:20-26.
Dua Macam Beban
Ada dua macam beban – Matius 11:28-30
1. Beban hidup sehari-hari yang semakin berat dan menekan.
   Tuhan Yesus mengundang semua orang yang letih lesu (=lelah hidup), dan berbeban berat untuk datang kepadaNya, sebab ia akan memberi   kelegaan (Bahasa Inggris: = “rest” = “perhentian”). 
   Apakah beban/kesulitan/penyakit/masalah yang kita alami saat ini? Yesus akan memberi kelegaan/perhentian asal saja kita mau datang dan menyerahkan semua kepadaNya!  Puji Tuhan!
2. Beban/kuk Yesus.
   Sebagai ganti beban dunia yang berat dan menekan, Tuhan Yesus menawarkan kuk dan beban yang Ia pasang, yaitu kuk yang enak dan beban yang ringan! Beban/Kuk apakah itu?  Itulah beban rohani, yaitu bagaimana menyelamatkan manusia berdosa.  Saudara dan saya tidak bisa menyelamatkan orang lain. Tetapi paling tidak, kita bisa bersaksi, dan memperkenalkan orang kepada Yesus yang adalah Jalan Keselamatan!
   Dan beban/kuk ini, bila dikerjakan akan mendatangkan ketenangan dalam jiwa kita! Haleluya! Caranya? Yesus adalah Teladan yang sempurna;    lakukanlah dengan lemah lembut dan rendah hati! Akankah saudara terus memikul beban dunia yang kian berat dan melelahkan itu?
Akankah saudara terus memikul beban dunia yang kian berat dan melelahkan itu?  Tidakkah saudara mau menukarnya dengan beban/kuk yang dari Yesus?  Masih adakah anggota keluarga, kerabat, teman, tetangga yang belum mengenal Yesus dan perlu diperingatkan? Tuhan Yesus memberkati saudara.”

Kemenangan Di Awal Tahun


“Sesudah itu matilah Elisa, lalu ia dikuburkan. Adapun gerombolan Moab sering memasuki negeri itu pada pergantian tahun. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah ia kembali dan bangun berdiri.”  2 Raja-raja 13:20-21
Puji Tuhan, kita sudah berada di tahun yang baru, tahun 2011. Berkat-berkat yang baru, kesuksesan baru tentunya kita harapkan di sepanjang tahun ini. Banyak hal yang kita pikirkan yang menjadi target dan sasaran. Untuk meraih hal tersebut kita harus memiliki prinsip-prinsip hidup yang sesuai dengan kebenaran-kebenaran Firman Tuhan.
Bagaimana hidup kita di sepanjang tahun ke depan sangat tergantung dari sikap kita di awal tahun ini. Susunlah rencana dengan melibatkan Tuhan.
Kita belajar dari sebuah kisah di Israel pasca pelayanan nabi Elisa. Dalam ayat di atas, diceritakan bagaimana tentara Moab biasanya menyerang daerah Israel pada setiap awal tahun. Moab menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini.
Moab adalah bangsa yang berasal dari keturunan “daging”. Moab lahir dari hubungan inses antara Lot dengan putrinya (Kejadian 19:34-37). Moab adalah gambaran dari keinginan daging yang mengancam kehidupan rohani kita. Apabila kita tidak waspada maka segala rupa-rupa keinginan daging akan mengkandaskan iman percaya kita. Jangan sampai terlena dan terbius oleh kesenangan-kesenangan daging di awal tahun ini. Memang momen ini menjadi kesempatan bagi kita untuk berkumpul dengan keluarga, sahabat, kesempatan yang dinanti-nanti apalagi setelah sepanjang tahun sibuk dengan pekerjaan. Tetapi jangan sampai pesta pora dan hura-hura menguasai kita. Tetap perhatikan kehidupan rohani kita. Bersyukur dan menyerahkan secara total hidup kita kepada Tuhan dan biarkan Dia yang mengaturnya.
Elisa adalah seorang nabi yang luar biasa dipakai oleh Tuhan pada masa pelayanannya. Ia adalah hamba Elia, nabi seniornya. Mujizat yang dilakukan Elisa dua kali lebih banyak dari yang dilakukan nabi Elia. Elisa adalah seorang nabi yang telah menghidupkan kerohanian bangsa Israel pada masa itu lalu meninggal di masa tuanya. Satu kali ketika orang mau menguburkan mayat, mereka melihat gerombolan Moab, mereka ketakutan dan melemparkan mayat tersebut dan mengenai tulang-tulang Elisa lalu mayat itu hidup kembali. Bahkan tulang-tulangnya pun mampu menghidupkan orang mati oleh kuasa Tuhan. Ini menjadi gambaran bagi kita gereja Tuhan, bahwa hidup kita harus berdampak dan menjadi pembawa kehidupan kepada orang-orang di sekitar kita.
Hidup kita sangat berpotensi, apakah potensi negatif atau potensi positif, menjadi pengaruh buruk atau menjadi pengaruh yang baik, tergantung bagaimana kita mengarahkannya. Gereja Tuhan harus hidup menjadi garam dan terang yang pengaruhnya terlihat jelas di awal tahun ini. Banyak orang kelihatan hidup tetapi sesungguhnya di pemandangan Allah mereka sudah mati rohani. Menjadi tugas kita gereja Tuhan, anak-anak Tuhan mempengaruhi mereka sehingga mereka memperoleh kehidupan itu.
Jangan sampai kita terpengaruh dengan kesenangan-kesenangan duniawi, tetapi kita yang mempengaruhi mereka dengan gaya hidup kristiani yang saleh.
Kisah lain yang dapat kita jadikan cermin adalah kisah Daud dalam 2 Samuel 11:1 “Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.” Biasanya pada pergantian tahun, raja-raja maju berperang dan memperoleh kemenangan, tetapi kali ini, raja Daud menyuruh panglimanya saja yang memimpin peperangan sedang ia sendiri tinggal di istananya di Yerusalem. Kalau kita baca selanjutnya, inilah awal dari dosa Daud, yaitu berzinah dengan Batsyeba.
Para pemimpin yang dikasihi Tuhan, jangan sampai terlena di awal tahun ini. Kita akan meraih kemenangan atau justru kemerosotan di tahun 2011 ini sangat tergantung bagaimana kita mempersiapkan diri di awal tahun ini. Mintalah petunjuk Tuhan melalui doa yang serius dan bacalah Firman-Nya yang akan meneranagi rencana-rencana kita ke depan.
Presiden Amerika Serikat yang ke-20 Garfield memberi teladan bagi rakyatnya yang semuanya berdasarkan nilai-nilai Alkitab seperti yang saya kutip dari renungan Mansor tersebut di bawah ini: jangan pernah bermalas-malasan, sedikit membuat janji, selalu mengatakan kebenaran, hidup sesuai penghasilan, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan, tidak minum minuman yang memabukkan, karakter yang baik di atas segala sesuatu, menjaga rahasia diri jika punya rahasia, memelihara hal-hal baik ketika bersama-sama maupun ketika sendiri, jangan pernah meminjam jika kamu dapat membantunya, jangan menikah sebelum kamu dapat menopang kehidupan seorang isteri, ketika kamu berbicara kepada seseorang tataplah matanya, selamatkanlah masa mudamu untuk bisa melewatkan masa tua dengan baik, jangan pernah berhutang sebelum kamu sekali lagi melihat kemungkinan ada sebuah jalan keluar, jika seseorang mengatakan yang jahat tentang kamu,l biarlah hidupmu menjadikan tak seorang pun percaya kepadanya, ketika kamu pergi tidur pada waktu malam berpikirlah baik-baik apa yang kamu kerjakan pada hari ini.
Selamat Tahun Baru 2011, Tuhan Yesus memberkati.

Tuesday, January 25, 2011

Perlunya Roh Kudus Bagi Kehidupan di Akhir Zaman(Pdt. A. H. Mandey)

Tetapi sebelum datangnya masa itu Firman Allah juga mengatakan tentang akan datangnya masa yang sukar, penuh dengan kengerian yang membuat banyak orang percaya berbalik dan meninggalkan Kristus (2 Tes 2:3). Masa ini ialah masa akhir zaman dan saat ini kita sedang hidup di dalamnya.
Mimpi Daniel mengenai akhir zaman.
Dalam mimpinya Daniel melihat munculnya 4 angin dari langit yang akan mengguncangkan laut dan munculnya 4 macam binatang buas. Ada 4 hal penting yang dilambangkan dari mimpi Daniel ini: yaitu angka 4, angin laut dan binatang buas. Angka 4 adalah angka bumi yang merujuk kejadian-kejadian yang terjadi di bumi.
Angin, kata angin dalam bahasa Yunaninya adalah: pneuma. Arti kata ini tidak hanya angin tetapi juga roh dan nafas. Roh sendiri ada 2 macam yaitu: Roh Kudus dan roh setan. Yehezkiel mendapat penglihatan tentang kumpulan tulang-tulang kering di sebuah lembah yang kemudian hidup dan menjadi pasukan tentara yang besar setelah diberi nafas kehidupan (Yeh. 37:1-10). Demikianlah dahsyatnya pekerjaan Roh Kudus di akhir zaman yang menghidupkan Gereja hingga menggoncangkan dunia.
Laut. Dalam Alkitab laut berarti kumpulan manusia. Ada laut yang bergelora dan laut yang tenang. Laut yang bergelora adalah orang-orang fasik yang hidupnya tidak pernah tenang selalu terombang-ambing (Yes. 59:21). Sedangkan laut yang tenang dan rata adalah orang-orang yang memiliki Kristus dalam hidupnya sehingga ia beroleh ketenangan (Why. 4:6).
Binatang buas. Binatang buas berbicara tentang kerajaan atau pemerintahan yang ada dalam dunia. Dalam mimpinya Daniel melihat pada binatang ke-4 muncul lagi sebuah tanduk kecil; meski kecil tapi tanduk ini mampu mencabut 3 tanduk yang telah ada sebelumnya. Ini berbicara tentang kekuasaan pemerintahan Antikristus yang akan menundukan seluruh dunia.
Angin yang mengguncang laut berbicara tentang kesukaran dan kengerian yang luarbiasa yang akan mengguncangkan manusia yang hidup di akhir zaman. Laut akan menderu dan bergelora, langit akan berguncang, gempa bumi yang dahsyat terjadi sehingga matahari menjadi gelap, bulan seperti darah dan bintang-bintang berguguran, gunung-gunung dan pulau-pulau bergeser dari tempatnya (Luk. 21;25-28; Why. 6:12-17).
Sebelum dan sesudah masa kesukaran.
Yohanes dalam penglihatannya melihat ada 4 malaikat yang telah siap melepaskan angin dari ke-4 penjuru bumi. Namun datanglah malaikat lain yang memerintahkan ke-4 malaikat tadi untuk tidak merusakan bumi sebelum ada pemeteraian atas dahi dari para hamba Allah (Why. 7:1-3). Para hamba Allah adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah, yaitu kita semua. Sedangkan pemeteraian adalah rangkaian peristiwa yang menyangkut: pengurapan, pemeteraian sebagai tanda milik Allah, dan pemberian Roh Kudus (2 Kor. 1:21-22). Keseluruhannya disebut kepenuhan Roh Kudus. Memiliki dan penuh dengan Roh Kudus artinya adalah kita menerima pemeteraian dari Allah. Dengan mendapatkan pemeteraian ini kita akan jadi seperti Lot saat Sodom dan Gomora akan dibinasakan. Pada saat itu Allah belum dahulu menghancurkan ke-2 kota jahat tadi sebelum Dia menyelamatkan Lot dan keluarganya itu. Kepenuhan Roh Kudus diperlukan supaya kita diselamatkan dan dikuatkan dalam menghadapi berbagai kesukaran di akhir zaman ini.
Daniel melihat bahwa sesudah munculnya kerajaan-kerajaan yang akan memerintah bumi ini, maka orang-orang kudus milik Yang Maha Tinggi akan menerima dan memegang pemerintahan untuk selama-lamanya (Dan. 7:18). Orang-orang kudus ini adalah orang-orang yang telah dimeteraikan dengan Roh Kudus hingga dapat melalui masa-masa yang sukar di akhir zaman.
Apa yang sedang dan masih akan terus terjadi akan menjadi semakin sukar, menakutkan dan mengerikan. Apa yang harus dilakukan? Datang pada Yesus dan minta agar Ia memeteraikan kita dengan kuasa Roh Kudus sebab hanya kuasa Roh Kuduslah yang akan memampukan kita untuk tetap teguh di dalam Dia sekalipun harus menghadapi banyak keadaan yang sangat sukar.

Best for God, Best for people

“manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” 1 Sam 16:7

Natal tlah tiba. Gemerlapnya sudah terasa penuhi hati. Ornamen natal ada dimana-mana. Sejak tanggal 30 November sudah harus menghadiri undangan natal. Baik natal lokal, wilayah ataupun interdenominasi. Beragam acara disajikan, ada yang disajikan biasa saja, ada yang dihadiri oleh petinggi negara (yang beda agama), ada yang sangat tepat waktu, ada yang sangat ngaret waktu. Ada tiga hal yang I think matter,  memulai acara haruslah tepat waktu, susunan acara sebaiknya tidak terlalu panjang sehingga ga perlu bosan dan kotbahnya… no comment .  Hmm… namanya natal, orang-orang pengen melayani layaknya seperti tak ada hari esok, lagi obral besar-besaran, and then … maybe they hibernate again until easter.
Ada gereja yang sangat mempersiapkan natal sedemikian rupa sehingga acara berjalan dengan baik, terasa khidmat dan tertib. Tetapi ada gereja lainnya yang nyela, “tapi kan belum tentu ada urapan”. Ada orang-orang yang mempresent acara dengan segala sesuatu yang terbaik yang dia punya, terlihat begitu perfect. Tetapi ada juga orang yang mempresent acara apa adanya dengan alasan “Tuhan kan melihat hati, tidak perlu ada gemerlapan seperti orang dunia saja”.  Well, tiap gereja mempunyai tipikal berbeda, tetapi semuanya ingin memberikan yang terbaik kepada Tuhan.
Segala sesuatu yang dapat kelihatan memang untuk manusia. Urusan seberapa Tuhan mengurapi seseorang bukan urusan kita. Tidak ada parameter yang dapat mengukur urapan yang Tuhan beri kepada seseorang. Yang dapat dinilai oleh manusia (orang lain) adalah perbuatan, perkataan, keahlian, kecakapan kita. Ada orang yang terlihat ga religius banget tetapi ketika ia bercerita tentang praktek imannya, wow… kita terkaget-kaget. Ada orang yang terlihat religius, ketika kita bekerjasama dengannya kita juga terkaget-kaget dengan sikap dan perkataannya.
Pesan natal yang paling banyak adalah ‘menjadi terang’. Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1 Yoh 1:5). (Menurut Barnes: “Allah adalah terang” – phos φως – Ia adalah cahaya itu sendiri, yaitu cahaya untuk semua, dan merupakan sumber dan sumber cahaya dalam seluruh dunia. Dia benar-benar murni, tanpa campuran dosa. Dia memiliki pengetahuan semua, tanpa campuran dari ketidaktahuan tentang hal apapun. Dia adalah tak terbatas bahagia, dengan apa-apa untuk membuat dia sengsara. Dia adalah tak terbatas benar, tidak pernah menyatakan atau countenancing kesalahan; diberkati dalam segala jalan-Nya, tidak pernah mengetahui kegelapan, kekecewaan dan kesulitan). Segala sesuatu yang bai k berasal dari Tuhan, dan segala sesuatu yang tidak baik bukan berasal dari padaNya.
Allah Bapa telah memberikan terang itu kepada kita, “Kamu adalah terang dunia”. Ada tujuan mengapa kita harus menjadi terang, yaitu “supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:16). Orang lain harus dapat melihat perbuatan yang baik yang kita presentasikan.  Orang pasti melihat perbuatan kita. Orang tidak tau hati kita, mereka tidak tau isi hati kita sebelum kita ungkapkan. Tuhan memang melihat hati, tetapi manusia tidak lah demikian. Manusia melihat apa yang nyata di depan mata.
Mat 10:16 “hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”, ketika berhadapan manusia kita dapat menggunakan akal logika kita dalam bersikap, tetapi jangan lupa ada filter ‘tulus seperti merpati’. Itulah yang membedakan kita dengan orang dunia. Hendaklah kita jangan bodoh menghadapi dunia, kita harus pintar/ cerdik/ smart/ arif, tetapi jangan lah sampai kita melanggar Firman Tuhan juga.
Untuk mendapatkan berkat jasmani kita harus bekerja, untuk berkat rohani kita harus banyak berdoa. Hanya saja urutannya haruslah Tuhan yang terlebih dahulu, “Carilah dahulu kerajaan Allah”. Jangan seperti orang bangsa-bangsa yg tak kenal Tuhan yang lebih memprioritaskan hal jasmani, makanan, harta dan tahta. Bagi kita yang percaya kepada Tuhan, berkat adalah dari Tuhan, oleh sebab itu kita terlebih dahulu datang kepada Tuhan sebelum bekerja.
Dear friends, di hari natal yang indah ini, marilah kita memberikan yang terbaik bagi Tuhan, yaitu hati kita, sikap hati yang menyembah hanya kepada Tuhan Yesus Kristus. Marilah juga kita juga memberikan perbuatan kita, pelayanan kita yang terbaik bagi teman-teman, keluarga, sahabat, orang lain juga. ‘Menjadi terang’ adalah urusan  mempresentasikan perbuatan baik kepada orang lain dan memuliakan Bapa di sorga. Let’s be a normal christian, not only a religious one. We are not freak, we are light of the world. Do best for God, do best for people.